Jumat, 09 Mei 2014
hakekat pandangan hidup seorang muslim
HAKEKAT PANDANGAN HIDUP SEORANG MUSLIM
Manusia diciptakan di muka bumi untuk menjalani kehidupan yang sudah ada. namun, pada dasarnya perlu kita pahami untuk apakah manusia diciptakan oleh allah swt kedalam kehidupan ini? bila hal ini ditanyakan pada manusia, ada yang beranggapan bahwa hidup di dunia perlu sukses pada segala bidang kehidupan. ada pula yang berfikir, hidup ialah tercapainya kebahagiaan sehingga dapat menggapai segala yang diinginkan dan begitu banyak penafsiran hidup di dunia oleh setiap manusia. Tapi hanya terdapat satu pemahaman pandangan hidup yang benar, apabila anda merasa sebagai seorang muslim dan muslimah.
Suatu saat terdapat seorang ulama yang sedang berceramah kepada ribuan jamaah di sebuah masjid tentang pentingnya maksud hidup manusia di muka bumi. Akhir dari ceramah seorang ulama, berseru kepada semua jamaah yang ada "Marilah kita jadikan dunia sebagai tempat yang gelap, kemudian kita jadikan kubur yakni kehidupan setelah dunia ini sebagai tempat yang penuh dengan cahaya. setuju....!!!" maka semua jamaah berseru yang sama. "silahkan bagi yang setuju tinggalkan majelis ini!" akhirnya semua jamaah beramai meninggalkan masjid satu persatu. namun, terdapat tiga pemuda yang tetap duduk di dalam masjid, lalu mereka bertanya keheranan kepada ulama tersebut. "wahai ulama..!! apa maksud atas ucapan kalau dunia yang jelas terang seperti ini, namun engkau harus dipandang sebagai tempat yang gelap, dan kubur yang jelas penuh dengan kegelapan engkau katakan sebagai tempat yang terang." sang ulama pun tersipu senyum terhadap tanggapan ketiga pemuda tersebut. dengan senang hati ulama tersebut mengajak ketiga pemuda ke sebuah gua untuk memberi jawaban atas keheranan pernyataan ulama tersebut. "wahai pemuda! masuklah kedalam gua ini, lalu ambillah kerikil sebanyak mungkin yang engkau bisa dapatkan, kemudian keluarlah dalam gua ini setelah aku perintahkan. kemudian dengan penuh bingung ketiga pemuda tersebut memasuki gua dengan membawa sebuah kantong untuk tempat menyimpan kerikil yang akan dicari. didalam gua ketiga pemuda memiliki pemikiran yang berbeda terhadap anjuran sang ulama. pemuda A memiliki fikiran "apa gunanya ulama tadi menyuruh hal seperti ini? sudahlah buat apa juga aku ambil batu di kegelapan seperti ini!". di sebelah kanannya "mungkin.... baiknya aku ambil seperlunya saja khawatir sulit bila keluar dari gua yang gelap seperti ini!!!" kata pemuda B dengan santai. lalu pemuda C membisiki hatinya "aku merasa ada arti yang tersembunyi dari ucapa ulama itu, aku ikuti saja apa perintahnya!". Berselang waktu sang ulama memberi kode kepada ketiga pemuda tersebut untuk keluar dari gua. setelah berada diluar yang terang dengan sinar mentari, sang ulama menyuruh ketiga pemuda tersebut melihat kerikil yang diambilnya semasa di dalam gua. dengan rasa terkejut menyentuh palung jantung disaat ketiga pemuda melirik kedua matanya kepada kerikil yang diambilnya, seketika langsung jatuh tidak sadarkan diri. karena dengan perasaan tidak percaya, mereka perkiraan kerikil yang diambilnya adalah sebuah permata yang berkilauan. setelah sadarkan diri ketiga pemuda tersebut bangun dengan penuh rasa menyesal, telah mengabaikan arahan sang ulama. pemuda A begitu menyesal karena tiada satu butir mutiara pun yang ia ambil dari dalam gua, kemudian pemuda B pun merasakan hal yang sama karena ia mengambil sekedarnya saja dan pemuda C yang membawa cukup banyak berlian pun merasa penyesalan kenapa tidak mengambil banyak permata lagi. ulama pun memberi penuturan kepada ketiga pemuda tersebut "itulah jawaban atas pertanyaan kalian bertiga. gua yang gelap itu merupakan kehidupan dunia, dan kerikil yang aku maksudkan tersebut adalah amal shaleh yang perlu engkau kerjakan semasa di dunia, namun karena dunia gelap kalian belum bisa mengira bahwa kerikil yang kalian ambil merupakan sebuah permata yang berharga, maka setelah kalian keluar dari gua tersebut, yang tempat terang tersebut adalah alam kubur, maka barulah kalian bisa mengetahui apa kerikil yang aku maksud dan kalian baru mengetahui hasil dari amal shaleh yang kalian perbuat semasa di dunia, niscaya yang tidak pernah beramal, rugi dan penyesalan yang akan dirasakan bahkan yang banyak amal pun akan merasa kurang terhadap amal yang dilakukannya".
demikianlah sekilas cerita bagaimana berharganya arahan yang dimaksudkan oleh ulama tersebut, memberikan arti kepada kita tentang pentingnya sebuah amal shaleh yang perlu kita lakukan dan menjaganya dalam setiap langkah kehidupan saat ini. saat ini kita belum bisa mengetahui pahala itu seperti apa bentuknya dan balasan apa yang kelak kita terima, yang ada dalam hidup kita ialah anjuran sang pencipta untuk senantiasa dalam ketaatan. seperti ini lah maksud hidup yang allah karuniakan kepada kita sebagai seorang muslim dan muslimah pilihannya.
Dalam kitab suci al-qur'an ditegaskan maksud hidup manusia dilahirkan di dunia ini, yakni dalam surah ......... yang artinya........
Dengan jelas allah menunjukkan kepada kita maksud hidup di dunia fana ini, tiada lain hanya untuk beribadah kepadanya. dikatakan oleh ulama Mufhti Luthfi Al-banjar bahwa hidup manusia diciptakan semata untuk menyembah kepadanya, sedangkan pekerjaan, harta, kekayaan, dan lainnya itu hanya sebagai kebutuhan hidup manusia bukan sebagai maksud tujuan hidup manusia.
menyembah semata kepadanya merupakan prioritas pertama dalam hidup kita karena kita yang mengaku sebagai hamba ciptaannya, pastilah harus patuh dengan segala ketentuan yang menciptakan. seorang pembantu yang bekerja di rumah seorang tuan kaya, mau tidak mau sang pembantu yang sudah berniat menjadi seorang pembantu, maka patuh pada majikannya lah kerja utamanya, karena majikan tersebut yang akan memberi gaji sebagai kesepakatan balasan dari kerja seorang pembantu. Namun, apakah iya! sang majikan memberikan kenikmatan setiap hari, jam, menit bahkan detik disetiap kehidupan seorang pembantu itu? jelas hanya gaji sebagai sebuah kenikmatan seorang pembantu setelah menerimanya, sedangkan aktivitasnya dipenuhi dengan kesibukan dalam membersihkan dan menjaga barang majikannya. adakah pula saat kita meminta apa yang kita harapkan kepada majikan, maka akan dipenuhi segala permintaan kita? sangatlah itu tidak mungkin akan terjadi.
Tetapi lihatlah allah yang menciptakan kita, ia memberi kenikmatan disetiap detak jantung kita, memberikan karunia hidup kepada kita, bahkan permintaan yang kita inginkan dalam hati akan bisa terpenuhi saat kita sendiri bersungguh-sungguh. seorang Ulama mengatakan "seandainya nikmat mati yang allah berikan kepada setiap manusia, lalu nikmat tersebut ditimbang dengan semua amal baik manusia, niscaya tidak mampu mengimbangi nikmat mata yang telah allah karuniakan kepada kita.
tentulah kita sadari, banyak dan sering kita mengabaikan hal seperti ini, kita lupa dengan siapa yang menciptakan dan pemberi yang tidak menuntut balasannya karena begitu cintanya ia kepada ciptaannya, sekalipun manusia ingkar dan tidak menyembah kepadanya, sifat ar-rahman yang dimiliki, ia beri kepada semua mahluk ciptaannya. taat kepada semua perintahnya itu bukanlah permintaan balasan allah terhadap nikmat yang ia berikan kepada semua manusia, walaupun manusia tidak taat allah tidak rugi karena hakikatnya ketaatan dalam hidup itu adalah untuk kita sendiri, karena hanya dengan hal itu yang dapat menyelamatkan kita dari kehidupan yang fana dan abadan nantinya.
By: irsyan ar-rasyad
dalam "dunia santri an-nur azzubaidi"
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar