Sabtu, 10 Mei 2014
MEMAHAMI PENGORBANAN SANG PEMBAWA RISALAH AGAM ISLAM part 1
MEMAHAMI PENGORBANAN SANG PEMBAWA RISALAH AGAMA ISLAM
part 1
Agama islam lahir dengan penuh perjuangan, pengorbanan yang begitu dalam menghidupkan agama disetiap kehidupan manusia. nabi muhammad saw sebagai nabi akhir zaman, telah membuat amal agama tersebar diseluruh pelosok dunia. kita sebagai umatnya setelah mendengar cerita masa kejayaan islam dahulu begitu senang, tapi tahukah bagaimana pengorbanan nabi saw dan para sahabatnya? di sinilah kebutaan kita, hanya mengetahui keberhasilan perjuangan para penegak agama, namun tidak mengetahui secara pasti bagaimana mereka memberi keseluruhan hidupnya untuk agama. Sejak sembilan tahun masa kenabian muhammad saw, beliau masih mempunyai sedikit pengikut di mekah, kala itu beliau masih dalam suatu kelompok kecil dikalangan kafir quraisy, setiap harinya beliau saw berdakwah mengunjungi umat manusia yang ada untuk mengajak kepada kalimat thayyibah, namun kebanyakan yang ada para penduduk mekah memperolok dan berbuat semena-mena kepada nabi saw. begitu sabar dan tabah beliau mengemban agama dalam dadanya, hingga pernah ia diperlakukan oleh kaum kafir dengan ditariknya surban beliau hingga tersungkur jatuh, tapi beliau sabar dan tersenyum atas perbuatan keji kaum kafir quraisy.
Melihat kondisi tersebut, nabi muhammad saw memutuskan untuk pindah ke tempat lain, sekilas beliau teringat pada suatu tempat yang penduduknya terkenal ramah kepada tamunya, yakni di Thaif yang didiami kabilah Tsaqif. sesampai di tempat tersebut beliau dipertemukan oleh para tokoh kabilah setempat untuk mengajak kepada agama allah agar dapat membantu menyebarkan agama islam, akan tetapi mereka bukanya menerima atau menolak secara halus, malah cacian dan hinaan mereka lontarkan kepada nabi saw. Ada yang mengatakan nabi saw adalah penyihir, pendusta dan lain sebagainya. tapi nabi saw tetap mengajak dan terus mengajak pada kalimat thayyibah.
Saat usaha untuk meyakini para kabilah tsaqif tiada harapan lagi, nabi saw pun lekas pergi meninggalkan tempat tersebut, selain pergi tangan kosong, cacian para rakyat setempat dengan melemparkan bebatuan kepada nabi hingga kaki beliau terluka dan subhanallah beliau baginda kita tetap sabar dan tabah menerima perlakuan seperti itu. maka melihat hal seperti itu datanglah malaikat jibril as yang memberi salam kepada beliau " wahai nabi allah, izinkanlah aku untuk menghancurkan mereka dengan kehendakmu untuk menghempit semua penjuru kampung dengan dua gunung yang dijaga malaikat!" dengan sayangnya nabi kepada umat manusia beliau membalas tawaran malaikat jibril as "aku hanya dan berharap kepada allah swt, walau saat ini mereka belum bisa memeluk islam. semoga kelak diantara keturunan mereka akan lahir orang-orang yang menyembah dan beribadah kepada allah swt".
Seperti inilah pengorbanan nabi saw hingga agama suci ini dapat berkembang hingga saat ini, saat ini adakah yang berjuang dengan akhlak sabar dan ketabahan nabi muhammad saw? saudaraku kita perlu bersyukur dalam hidup ini, karena kita hanya perlu menghidupkan agama dalam hidup kita, sedangkan perjuangan telah tercapai oleh para nabi dan sahabat ra. hidup, umur, harta dan keluarga mereka korbankan untuk berjayanya agama islam ini. lantas wajarkah kita yang mengaku sebagai umatnya enggan taat dan beribadah kepada allah swt?
Kita saat ini tidak diminta untuk berperang membawa pedang dan berkuda melawan para penentang agama islam. cukuplah bagi orang awam seperti kita taat dan beribadah kepada allah swt. masihkan sulit dengan berbagai alasan dalam melaksanakannya? kita tinggal menikmati agama ini hasil dari para nabi dan sahabatnya, maka dzalim bila kita yang mengaku sebagai pengikutnya apalagi cinta kepadanya, tapi enggan dan jauh dari ketaatan dan ibadah kepada sang kholik. subhanallah begitu allah permudah hidup kita, namun terkadang kita tidak mensyukuri nikmat yang sudah. padahal hidup di tanah indonesia sudah lepas dari para penjajah, allah berikan kelapangan pada kita untuk senantiasa beribadah kepadanya tanpa ada halangan yang berarti. tapi apa yang kita balas pada karunia allah swt berikan pada kita? maka wajarlah saja bila bencana, pembunuhan, kemaksiatan bahkan hadirnya para pemimpin yang dzalim di negri ini, ini tidak jauh dari perbuatan kita sendiri yang masih jauh dari ketentuan beragama.
Hal yang terbaik dalam hidup ini ialah tetap mensyukuri nikmat hidup di genggam perdamaian, dan terus meningkatkan taqwa dan memperbaiki ibadah kita kepada sang pencipta. allah swt tidak butuh ibadah kita karena ia pencipta alam semesta ini, maka yang memerlukannya ialah kita semua sebagai ciptaanya karena kita hidup di tempat dan harta yang kita miliki semua punya allah. untuk mensyukuri semua yang ada pada diri kita ialah menjaga ketaatan dan ibadah disetiap saat, kapan dan dimana pun kita berada.
by : santri annur azzubaidi
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar