Minggu, 06 Juli 2014

NILAI AGAMA VS NASIONALISME


 Indonesia memiliki berbagai ragam agama yang dianut oleh warga negara indonesia dan beragam pula suku budaya yang ada. Setiap agama memiliki nilai religius tersendiri,ada yang mengedepankan kebersamaan, adapun yang memilih berkumpul sendiri dengan sepaham keyakinan. Nilai agama lahir langsung dari ajaran agama yang dianut, ada yang langsung melalui ilham, adapun melalui amnusia yang pantas menilai seperti apa agamanya.
Namun, disini saya akan melihat spesifik satu agama saja, yakni islam. Didalam islam nilai agama yang kita ketahui banyak perbedaan dalam menilaianya, sehingga islam sendiri memiliki berbagai beraneka ragam pandangan dalam menilai islam. Perbedaan yang seperti ini sudah menjadi lumrah dan wajar, semua perlu saling menghargai untuk membentuk suasana yang harmoni dalam satu agama, selagi semua tetap dalam tuntunan agama islama yang benar. Aakan tertapi, terkadang yang membuat kita sulit menerima dikala terdapat satu pemahaman yang merasa dirinya paling benar, sedangkan yang lainya salah, hal ini yang perlu diluruskan karena tidak menghargai hak yang lainnya.
Menurut Mukti Ali bahwa nilai agama adalah soal batin dan subyektif, juga sangat individualitis, tiap orang mengartikan agama itu sesuai dengan pengalamanya sendiri, atau sesuai dengan pengalaman agama sendiri. Bila kita melihat anatara nilai agama dengan nasionalisme sangatlah berbeda, dan cukup mustahil bila dipersatukan anatara kedua hal tersebut. Nilai agama lahir dari ajaran agama itu sendiri, nilai agama islam lahir dari wahyu yang diturunkan kepada nabi muhammad saw melalui perantara malaikat jibril, dan hal tersebut sudah ada sejak 1437 tahun yang lalu. Sedankan untuk Nasionalisme tersendiri merupakan sebuah cara pandang manusia kapada semua kompleks kewarganegaraan, yang lebih memandang pada kesatuan dan persatuan dalam berbangsa, lebih mengutamakan nilai negara untuk tercapai sebuah kedamaan dianatara perbedaan yang ada.
Setelah mengetahui kedua sisi tersebut, jelas hal tersebut tidak dapat dipersatukan, karena memiliki prinsip yang berbeda. Sebagai contoh : seorang muslim baik yang taat maupun tidak, ia memiliki kewajiban mengedepankan nilai agama, karena keterikatanya dengan ketauhidan yang telah diyakininya, walau andai kata seorang muslim hidup dalam lingkungan yang bukan seagama denganya tetap harus mengedepankan agama yang diyakininya, baik dalam perintah, hukum, ketetapan dan lainnya. Dalam keadaan dan dimana pun berada agama tetap didepankan sebagai sebuah pedoman hidup.
Apabila dalam suatu lingkup kehidupan muslim mayoritas, kemudian terdapat non muslim yang minoritas, seorang muslim sesuai dengan ajarannya mewajibkan untuk tetap menghargai dan bertoleransi keberadaan manusia yang lain dalam keyakinan, selama agamanya tidak memberi pengaruh atau menggangu agama islam yang ada, ini merupakan sebuah bentuk islam dalam bertoleransi beragama yang memang wajib diterapkan di setiap kehidupan seoarang muslim. Akan tetapi bila keberadaan agama yang lainya memberikan suatau hal yang menggangu keyakinan seorang muslim di tempat tersebut, dipersialhkan bagi muslim untuk memperingati hal tersebut kepada pihak yang terkait, bila hal tersebut tetap terjadi da menimbulkan keresahan wajib bagi kita untuk mengusir dari ranah kehidupan seorang muslim, hal tersebut bukan menandakan tidak bersifat toleransi, karena tindakan agama lain tersebut mengusik keyakinan agama islam dalam meyakini islam sebagai agamnya. Dan tindakan yang dilakukanya pun dalam berupaya menghilangkan pengaruh negatif, telah bersandarkan pada alasan kuat yang tidak bisa digugat.
Bila melihat pada prinsip nasionalisme, wajar bila seorang muslim berpendapat atau menerima sebuah pernyataan, kalau semua agama memiliki hak untuk melakukan agama sesuai dengan keykinanya masing-masing. Akan tetapi, bila kita berfikir atau menerima pernyataan kalau semua agama yang ada itu sama, ini merupakan pikiran yang merusak keyakinan kita sebagai seorang muslim. Kenapa? Karena agama yang kita yakini itu adalah agama yang paling benar dan hanya agama inilah yang diterima oleh allah swt. Hal ini bukan konteks bahwa kita tidak bersikap nasionalisme dalam memandang agama, tapi konteks pernyataan tadi yang menyatakan bahwa semua agama itu sama, jelas bertentang dengan ajaran yang kita pahami. Sikap yang nasionalisme dalam menaggapi pernyataan yang seperti itu adalah kita tetap menyakini bahwa hanya islam yang hanya paling benar,namun tidak menyatakannya kepada agama yang berlainan keyakinan dengan kita, melainkan cukup hal tersebut kita camkan dalam hati, dan tetap menghargai keyakinan yang berbeda dengan kita.
Hal ini terlihat sepele, namun bila kita perhatikan kalau semacam pernyataan bahwa agama itu sama, inilah yang menjadi butir-butir lenturnya kekuatan iman kita, dari hal kecil yang tidak dianggap serius bila kita tidak kritis menanggapinya, maka hal lain yang yang bisa datang pada diri kita akan menaggapinya dengan cara yang sama, sehingga secara tidak langsung kita tidak menyadari bahwa iman kita rusak karena pola pemikiran yang kita hasilkan sendiri.
Konteks ini saya angkat, dikala saya mendapatkan puncak pernyataan dalam sebuah pidato perdamaain di abdurahman wahid centre universitas indonesia, saat seuah permintaan opini tentang pandanag pergerakan ahmadiyah di indonesia, terdapat satu peserta yang menyatakan bahwa pergerakan ahmadiyah adalah hak manusia untuk menjalankan agamanya, tidak patut bila kita sebagai warga indonesia melarang pergerakanya di indonesia karena itu sudah menjadi hak bagi rakyat indonesia dalam berkeyakinanya. Dari hal ini saya mulai merasa tidak bersependapat besar atas pernyataan salah satu peserta AWC-UI tersebut. Saya merasa bahwa pemikiran pernyataan yang ia utarakan karena memandang dalam lensa nasionalisme belaka, sedangkan nilai agama tidak diterapkan dalam penilaian tersebut, padahal dia mengakuo agamanya sebagai seorang islam.
Maka dapat disimpulkan bahwa nilai agama sebagai dasar keyakinan setiap manusia, tidak dapat dipadukan dengan sikap nasionalisme, yang jelas hal tersebut bukan berasal dari nilai agama, karena nilai agama akan terus berdiri sendiri di dalam tatanan kehidupan manusia, ini bukan berarti nilai agama tidak mengedepankan rasa nasionalisme dalam berbangsa, namun semua itu ditampakkan bahwa nilai agama juga mengedepankan sikap toleransi dalam beragama dan saling menghargai sebuah perbedaan. Tapi bila mengarah pada sutu keyakinan beragama, tetap tidak bisa diubah karena hal tersebut sebagai suatu syarat yang tanpa tertulis menjadi sebuah ketetapan dalam beragama.
Inti dari pembahasan ini ialah kita sebagai seorang yang beragama tetap mengedepankan nilai agama dari segala-galanya karena hal tersebut merupakan syarat yang wajib diterapkan sebagai seorang yang beragama, di lain itu kita tetap mengedepankan rasa nasionalisme dalam menghargai sebuah perbedaan baik dalam segi Budaya, Agama, Etnis dan lainnya. Karena dengan cara pandang yang seperti ini dapat menjaga perdamaian di tengah perbedaan dan menjaga hubungan baik antara sesama, dalam mencapai sebuah kemakmuran berbangsa.



Jumat, 23 Mei 2014

apakah sahabat itu..???


    Kehidupan kita tidaklah cukup bila terisi dengan kesibukan aktivitas sehari-hari, semua perlu diwarnai dengan hal lain yang bisa memberikan suasana baru. seperti halnya tidak mungkin seorang pelajar menghabiskan waktu hari-harinya dengan fokus pada kegiatan pelajar, memang hal tersebut sebuah kegiatan yang bermanfaat, akan tetapi tidak sepenuhnya harus melakukan hal seperti itu untuk mencapai maksimal terbaik sebagai seorang pelajar. 
      Begitu halnya manusia perliu suasana yang dapat menjadikan waktu hidup begitu bermakna. sahabat adalah salah satu faktor manusia akan terisi dalam setiap langkah hidupnya. kata sahabat mungkin tidaklah asing terdengar oleh seluruh manusia, bahkan anak kecil pun kerap mengenal istilah ini, tapi disini yang terpenting adalah makna dari seorang sahabat, berbagai karakter orang yang saya temukan ada yang berpendapat seorang sahabat merupakan teman dekat yang selalu ada disetiap keadaan, adapun yang mengatakan sebagai tempat curhat, tempat mengadu dan mencari solusi dari suatu masalah, dan masih banyak penilaian dari arti seorang sahabat.
        memahami arti sahabat dengan sebenarnya akan memberikan jawaban atas semua yang kita tahu dari sosok seorang sahabat, semua pasti bersedia memiliki sahabat, apalagi disaat hidup kita jauh dari pandangan orang tua, maka figur yang dapat mengisi kekurangan tersebut pasti serorang sahabat, karena dia bersedia menerima kita apa ala kadarnya. semua oarng mudah mengungkapkan kesediaanya sebagai sahabat, tapi belum halnya pada praktik ia sebagai seorang sahabat. 
         beberapa waktu lalu, saya bertemu dengan orang asli medan bernama Fahmi Nasution, umurnya dia sekitar 29 tahun, namun pengalaman hidupnya begitu banyak ia lewati. salah satunya tentang seorang sahabat, saat usinya masih jauh dari umurnya sekarang, ia mempunyai dua orang sahabat dalam kehidupanya, kedatanagan kedua orang tersebut karena melihat sosok Fahmi Nasution yang mereka kesani, sehingga keduanya pun memiliki hubungan kesaudaraan yang erat yakni bersahabat. cukup lama hubungan sahabat dengan Fahmi N terjalin sempat terjadi sesuatu yang dengan berat hati Fahmi N menerima perlakuan yang tidak wajar dari kedua sahabatnya. singkat cerita kedua sahabatanya telah tega menjual tanah miliki Fahmi Nasution karena urusan pribadi, hal tersebut dilakukan diluar sepengetahuan Fahmi N. Karena sifat orang Medan begitu tegas dalam bersikap, akhirnya Fahmi N merasa kecewa besar dengan kehadiran kedua sahabatnya tersebut, padahal ketiganya saling berhubungan dengan akrab sampai ditunjukkan dengan makan bersama disatu tempat makan. Tapi entah kenapa seorang sahabat pun tega melakukan hal tersebut.
           Dari pengalaman Fahmi Nasution alami, ia memiliki komitmen bahwa semua itu akan menjadi pelajaran bagi hidupnya, maka sekaranag ia tidak akan mudah menerima seoarang sahabat lahi dalam hidupnya, ia akan lebih teliti dan cermat dalam menaggapi setiap orang yang meminta persahabat kepadanya. saat Fahmi liburan ke malaysia, ia banyak bertemu dengan teman yang berada di negeri Jiran tersebut, banyak ia sempatkan untuk berkunjungan dengan berbagai teman yang sempat ia kenal. Salah satunya ia bertemu akrab dengan teman yang cukup lama ia kenal, dari pertemuan tersebut banyak cerita yang mereka bagi diantara keduanya, hingga saat Fahmi hendak melanjutkan liburannya ke bandung, di tengah perjalanan temannya tersebut menghubungi Fahmi dengan tujuan permintaanya agar menjadi sahabat Fahmi. Namun, tidak semudah bagi Fahmi menerima tawaran baik tersebut mengigat masa pahit lalu yang sempat ia rasakan. Fahmi pun mengutarakan kata bahwa bersahabat denganya tidaklah mudah dengan kesediaan saja, semua perlu bukti dari kata sahabat itu sendiri. Akhirnya Fahmi mengambil sebuah uji coba sejauh mana temanya berkeinginan sahabat dengannya. seusai tiba di Bandung Fahmi coba memberi pesan lewat sms kepada temanya tersebut "Bang tolong donk kirimkan ane pulsa 5ringgit aje, butuh pulsa bngt nc..!!" pinta Fahmi. kemudian kilas pesan tersebut dibalas oleh temanya "aduh bang, gimana ya.. bukanya ngka mau bang saya lagi ngk megang uang nc..!! jelas temanya. dari balasan pesan temannya tersebut, Fahmi mendapat sebuah penilaian yang kemudian Fahmi menghubungi temannya tersebut "assalamualaikum... bang menjadi sahabat saya itu tidak mudah bang, bagaimana abang bersedia menjadi sahabat saya, saat saya minta kirimkan pulsa 5ringgit saja, abang banyak alasan, bagaiaman nantinya abang jadi sahabat denganya saya, padahal abang bisa dibilang orang kaya...!!" tegas Fahmi.
    Dari ulasan pengalaman cerita diatas, dapat kita pahami bahwa seorang sahabat itu tidaklah mudah kita dapatkan, namun bukan berarti tidak ada, akan tetapi tidak mudah untuk ditemukan. Namun, figur seorang sahabat pasti akan kita dapatkan kedalam kehidupan kita sebagai seseorang yang bisa mengisi di segala cerita hidup kita, tapi dibalik itu untuk mendapatkan seorang sahabat sejati yang sesuai dengan mau hatinya kita, alangkah baiknya bila kita menilai dengan baik siapa yang layak menjadi sahabat kita, bukan sebagai pemikiran tidak percaya, karena ini perlu dilakukan karena untuk mencegah kekecewaan yang mendalam yang dapat terjadi bila sahabat menyimpang dari perannya. serta bila hubungan yang telah terbentuk, kemudian hancur ditengah jalan karena kekecewaan yang bisa terjadi, dan kita tau juga perasaan apa yang bisa terjadi bila keretakan sahabat terjadi karena konflik atau lainya.
       Bila hidup tanpa sahabat pun akan terasa kurang dan terbatas untuk berbagi saat senang maupun susah, bila mencari sahabat pun perlu cermat dalam melihai siapa yang pantas untuk kita jadikan sahabat. mungkin setiap orang memiliki pemikiran dan pendapat yang berbeda tentang seorang sahabat. namun disini sedikit penerangan tentang sahabat yang saya goreskan dari berbagai pengalaman orang yang saya ketahui. akan tetapi sosok sahabat memang memiliki peran dan pengaruh bagi siapa saja yang bisa menjalaninya. Semoga kita semua mendapatkan sosok sahabat yang bisa memberikan lukisan indah dalam meniti kehidupan.

mohon koment dan masukan tentang goresan ini.

by : santri an-nur
surya university


Sabtu, 10 Mei 2014

MEMAHAMI PENGORBANAN SANG PEMBAWA RISALAH AGAM ISLAM part 1


MEMAHAMI PENGORBANAN SANG PEMBAWA RISALAH AGAMA ISLAM 
part 1

    Agama islam lahir dengan penuh perjuangan, pengorbanan yang begitu dalam menghidupkan agama disetiap kehidupan manusia. nabi muhammad saw sebagai nabi akhir zaman, telah membuat amal agama tersebar diseluruh pelosok dunia. kita sebagai umatnya setelah mendengar cerita masa kejayaan islam dahulu begitu senang, tapi tahukah bagaimana pengorbanan nabi saw dan para sahabatnya? di sinilah kebutaan kita, hanya mengetahui keberhasilan perjuangan para penegak agama, namun tidak mengetahui secara pasti bagaimana mereka memberi keseluruhan hidupnya untuk agama. Sejak sembilan tahun masa kenabian muhammad saw, beliau masih mempunyai sedikit pengikut di mekah, kala itu beliau masih dalam suatu kelompok kecil dikalangan kafir quraisy, setiap harinya beliau saw berdakwah mengunjungi umat manusia yang ada untuk mengajak kepada kalimat thayyibah, namun kebanyakan yang ada para penduduk mekah memperolok dan berbuat semena-mena kepada nabi saw. begitu sabar dan tabah beliau mengemban agama dalam dadanya, hingga pernah ia diperlakukan oleh kaum kafir dengan ditariknya surban beliau hingga tersungkur jatuh, tapi beliau sabar dan tersenyum atas perbuatan keji kaum kafir quraisy.
     Melihat kondisi tersebut, nabi muhammad saw memutuskan untuk pindah ke tempat lain, sekilas beliau teringat pada suatu tempat yang penduduknya terkenal ramah kepada tamunya, yakni di Thaif yang didiami kabilah Tsaqif. sesampai di tempat tersebut beliau dipertemukan oleh para tokoh kabilah setempat untuk mengajak kepada agama allah agar dapat membantu menyebarkan agama islam, akan tetapi mereka bukanya menerima atau menolak secara halus, malah cacian dan hinaan mereka lontarkan kepada nabi saw. Ada yang mengatakan nabi saw adalah penyihir, pendusta dan lain sebagainya. tapi nabi saw tetap mengajak dan terus mengajak pada kalimat thayyibah.
     Saat usaha untuk meyakini para kabilah tsaqif tiada harapan lagi, nabi saw pun lekas pergi meninggalkan tempat tersebut, selain pergi tangan kosong, cacian para rakyat setempat dengan melemparkan bebatuan kepada nabi hingga kaki beliau terluka dan subhanallah beliau baginda kita tetap sabar dan tabah menerima perlakuan seperti itu. maka melihat hal seperti itu datanglah  malaikat jibril as yang memberi salam kepada beliau " wahai nabi allah, izinkanlah aku untuk menghancurkan mereka dengan kehendakmu untuk menghempit semua penjuru kampung dengan dua gunung yang dijaga malaikat!" dengan sayangnya nabi kepada umat manusia beliau membalas tawaran malaikat jibril as "aku hanya dan berharap kepada allah swt, walau saat ini mereka belum bisa memeluk islam. semoga kelak diantara keturunan mereka akan lahir orang-orang yang menyembah dan beribadah kepada allah swt".
     Seperti inilah pengorbanan nabi saw hingga agama suci ini dapat berkembang hingga saat ini, saat ini adakah yang berjuang dengan akhlak sabar dan ketabahan nabi muhammad saw? saudaraku kita perlu bersyukur dalam hidup ini, karena kita hanya perlu menghidupkan agama dalam hidup kita, sedangkan perjuangan telah tercapai oleh para nabi dan sahabat ra. hidup, umur, harta dan keluarga mereka korbankan untuk berjayanya agama islam ini. lantas wajarkah kita yang mengaku sebagai umatnya enggan taat dan beribadah kepada allah swt?
    Kita saat ini tidak diminta untuk berperang membawa pedang dan berkuda melawan para penentang agama islam. cukuplah bagi orang awam seperti kita taat dan beribadah kepada allah swt. masihkan sulit dengan berbagai alasan dalam melaksanakannya? kita tinggal menikmati agama ini hasil dari para nabi dan sahabatnya, maka dzalim bila kita yang mengaku sebagai pengikutnya apalagi cinta kepadanya, tapi enggan dan jauh dari ketaatan dan ibadah kepada sang kholik. subhanallah begitu allah permudah hidup kita, namun terkadang kita tidak mensyukuri nikmat yang sudah. padahal hidup di tanah indonesia sudah lepas dari para penjajah, allah berikan kelapangan pada kita untuk senantiasa beribadah kepadanya tanpa ada halangan yang berarti. tapi apa yang kita balas pada karunia allah swt berikan pada kita? maka wajarlah saja bila bencana, pembunuhan, kemaksiatan bahkan hadirnya para pemimpin yang dzalim di negri ini, ini tidak jauh dari perbuatan kita sendiri yang masih jauh dari ketentuan beragama.
    Hal yang terbaik dalam hidup ini ialah tetap mensyukuri nikmat hidup di genggam perdamaian, dan terus meningkatkan taqwa dan memperbaiki ibadah kita kepada sang pencipta. allah swt tidak butuh ibadah kita karena ia pencipta alam semesta ini, maka yang memerlukannya ialah kita semua sebagai ciptaanya karena kita hidup di tempat dan harta yang kita miliki semua punya allah. untuk mensyukuri semua yang ada pada diri kita ialah menjaga ketaatan dan ibadah disetiap saat, kapan dan dimana pun kita berada.

by : santri annur azzubaidi

Jumat, 09 Mei 2014

hakekat pandangan hidup seorang muslim


HAKEKAT PANDANGAN HIDUP SEORANG MUSLIM

       Manusia diciptakan di muka bumi untuk menjalani kehidupan yang sudah ada. namun, pada dasarnya perlu kita pahami untuk apakah manusia diciptakan oleh allah swt kedalam kehidupan ini? bila hal ini ditanyakan pada manusia, ada yang beranggapan bahwa hidup di dunia perlu sukses pada segala bidang kehidupan. ada pula yang berfikir, hidup ialah tercapainya kebahagiaan sehingga dapat menggapai segala yang diinginkan dan begitu banyak penafsiran hidup di dunia oleh setiap manusia. Tapi hanya terdapat satu pemahaman pandangan hidup yang benar, apabila anda merasa sebagai seorang muslim dan muslimah.
     Suatu saat terdapat seorang ulama yang sedang berceramah kepada ribuan jamaah di sebuah masjid tentang pentingnya maksud hidup manusia di muka bumi. Akhir dari ceramah seorang ulama, berseru kepada semua jamaah yang ada "Marilah kita jadikan dunia sebagai tempat yang gelap, kemudian kita jadikan kubur yakni kehidupan setelah dunia ini sebagai tempat yang penuh dengan cahaya. setuju....!!!" maka semua jamaah berseru yang sama. "silahkan bagi yang setuju tinggalkan majelis ini!" akhirnya semua jamaah beramai meninggalkan masjid satu persatu. namun, terdapat tiga pemuda yang tetap duduk di dalam masjid, lalu mereka bertanya keheranan kepada ulama tersebut. "wahai ulama..!! apa maksud atas ucapan kalau dunia yang jelas terang seperti ini, namun engkau harus dipandang sebagai tempat yang gelap, dan kubur yang jelas penuh dengan kegelapan engkau katakan sebagai tempat yang terang." sang ulama pun tersipu senyum terhadap tanggapan ketiga pemuda tersebut. dengan senang hati ulama tersebut mengajak ketiga pemuda ke sebuah gua untuk memberi jawaban atas keheranan pernyataan ulama tersebut. "wahai pemuda! masuklah kedalam gua ini, lalu ambillah kerikil sebanyak mungkin yang engkau bisa dapatkan, kemudian keluarlah dalam gua ini setelah aku perintahkan. kemudian dengan penuh bingung ketiga pemuda tersebut memasuki gua dengan membawa sebuah kantong untuk tempat menyimpan kerikil yang akan dicari. didalam gua ketiga pemuda memiliki pemikiran yang berbeda terhadap anjuran sang ulama. pemuda A memiliki fikiran "apa gunanya ulama tadi menyuruh hal seperti ini? sudahlah buat apa juga aku ambil batu di kegelapan seperti ini!". di sebelah kanannya "mungkin.... baiknya aku ambil seperlunya saja khawatir sulit bila keluar dari gua yang gelap seperti ini!!!" kata pemuda B dengan santai. lalu pemuda C membisiki hatinya "aku merasa ada arti yang tersembunyi dari ucapa ulama itu, aku ikuti saja apa perintahnya!". Berselang waktu sang ulama memberi kode kepada ketiga pemuda tersebut untuk keluar dari gua. setelah berada diluar yang terang dengan sinar mentari, sang ulama menyuruh ketiga pemuda tersebut melihat kerikil yang diambilnya semasa di dalam gua. dengan rasa terkejut menyentuh palung jantung disaat ketiga pemuda melirik kedua matanya kepada kerikil yang diambilnya, seketika langsung jatuh tidak sadarkan diri. karena dengan perasaan tidak percaya, mereka perkiraan kerikil yang diambilnya adalah sebuah permata yang berkilauan. setelah sadarkan diri ketiga pemuda tersebut bangun dengan penuh rasa menyesal, telah mengabaikan arahan sang ulama. pemuda A begitu menyesal karena tiada satu butir mutiara pun yang ia ambil dari dalam gua, kemudian pemuda B pun merasakan hal yang sama karena ia mengambil sekedarnya saja dan pemuda C yang membawa cukup banyak berlian pun merasa penyesalan kenapa tidak mengambil banyak permata lagi. ulama pun memberi penuturan kepada ketiga pemuda tersebut "itulah jawaban atas pertanyaan kalian bertiga. gua yang gelap itu merupakan kehidupan dunia, dan kerikil yang aku maksudkan tersebut adalah amal shaleh yang perlu engkau kerjakan semasa di dunia, namun karena dunia gelap kalian belum bisa mengira bahwa kerikil yang kalian ambil merupakan sebuah permata yang berharga, maka setelah kalian keluar dari gua tersebut, yang tempat terang tersebut adalah alam kubur, maka barulah kalian bisa mengetahui apa kerikil yang aku maksud  dan kalian baru mengetahui hasil dari amal shaleh yang kalian perbuat semasa di dunia, niscaya yang tidak pernah beramal, rugi dan penyesalan yang akan dirasakan bahkan yang banyak amal pun akan merasa kurang terhadap amal yang dilakukannya".
     demikianlah sekilas cerita bagaimana berharganya arahan yang dimaksudkan oleh ulama tersebut, memberikan arti kepada kita tentang pentingnya sebuah amal shaleh yang perlu kita lakukan dan menjaganya dalam setiap langkah kehidupan saat ini. saat ini kita belum bisa mengetahui pahala itu seperti apa bentuknya dan balasan apa yang kelak kita terima, yang ada dalam hidup kita ialah anjuran sang pencipta untuk senantiasa dalam ketaatan. seperti ini lah maksud hidup yang allah karuniakan kepada kita sebagai seorang muslim dan muslimah pilihannya.
     Dalam kitab suci al-qur'an ditegaskan maksud hidup manusia dilahirkan di dunia ini, yakni dalam surah ......... yang artinya........

      Dengan jelas allah menunjukkan kepada kita maksud hidup di dunia fana ini, tiada lain hanya untuk beribadah kepadanya. dikatakan oleh ulama Mufhti Luthfi Al-banjar bahwa hidup manusia diciptakan semata untuk menyembah kepadanya, sedangkan pekerjaan, harta, kekayaan, dan lainnya itu hanya sebagai kebutuhan hidup manusia bukan sebagai maksud tujuan hidup manusia.

      menyembah semata kepadanya merupakan prioritas pertama dalam hidup kita karena kita yang mengaku sebagai hamba ciptaannya, pastilah harus patuh dengan segala ketentuan yang menciptakan. seorang pembantu yang bekerja di rumah seorang tuan kaya, mau tidak mau sang pembantu yang sudah berniat menjadi seorang pembantu, maka patuh pada majikannya lah kerja utamanya, karena majikan tersebut yang akan memberi gaji sebagai kesepakatan balasan dari kerja seorang pembantu. Namun, apakah iya! sang majikan memberikan kenikmatan setiap hari, jam, menit bahkan detik disetiap kehidupan seorang pembantu itu? jelas hanya gaji sebagai sebuah kenikmatan seorang pembantu setelah menerimanya, sedangkan aktivitasnya dipenuhi dengan kesibukan dalam membersihkan dan menjaga barang majikannya. adakah pula saat kita meminta apa yang kita harapkan kepada majikan, maka akan dipenuhi segala permintaan kita? sangatlah itu tidak mungkin akan terjadi.
    Tetapi lihatlah allah yang menciptakan kita, ia memberi kenikmatan disetiap detak jantung kita, memberikan karunia hidup kepada kita, bahkan permintaan yang kita inginkan dalam hati akan bisa terpenuhi saat kita sendiri bersungguh-sungguh. seorang Ulama mengatakan "seandainya nikmat mati yang allah berikan kepada setiap manusia, lalu nikmat tersebut ditimbang dengan semua amal baik manusia, niscaya tidak mampu mengimbangi nikmat mata yang telah allah karuniakan kepada kita.
    tentulah kita sadari, banyak dan sering kita mengabaikan hal seperti ini, kita lupa dengan siapa yang menciptakan dan pemberi yang tidak menuntut balasannya karena begitu cintanya ia kepada ciptaannya, sekalipun manusia ingkar dan tidak menyembah kepadanya, sifat ar-rahman yang dimiliki, ia beri kepada semua mahluk ciptaannya. taat kepada semua perintahnya itu bukanlah permintaan balasan allah terhadap nikmat yang ia berikan kepada semua manusia, walaupun manusia tidak taat allah tidak rugi karena hakikatnya ketaatan dalam hidup itu adalah untuk kita sendiri, karena hanya dengan hal itu yang dapat menyelamatkan kita dari kehidupan yang fana dan abadan nantinya.
 
   
By: irsyan ar-rasyad
      dalam "dunia santri an-nur azzubaidi"